KepriPemerintahan&Politik

Janji Manis Kartu BERBENAH Lis Darmansyah dan raja Ariza yang tidak di tepati

erdepe.com : Program kartu BERBENAH yang di gadang-gadang sebagai penyelamat ekonomi masyarakat kecil kini mulai di pertanyakan masyarakat. Sejak pertama kali di promosikan sebagai solusi komprehensif untuk kesejahteraan warga, realisasi di lapangan justru menunjukkan pemandangan yang kontras:

Kartu BERBENAH adalah janji akan akses modal, bantuan pangan, dan perbaikan infrastruktur sosial. Namun, berbulan-bulan setelah di kampanye, kartu tersebut tak lebih dari sekadar benda koleksi tanpa fungsi sistemis.

Ketidakjelasan Mekanisme Hingga saat ini, belum ada petunjuk teknis (JUKNIS) yang transparan mengenai bagaimana warga bisa mencairkan manfaat dari kartu tersebut.

Publik mempertanyakan sejauh mana kesiapan anggaran daerah/pihak terkait untuk menyokong program ambisius ini tanpa membebani sektor vital lainnya.

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa keterlambatan implementasi kartu BERBENAH adalah cermin dari perencanaan yang terburu-buru.

“Sebuah program kesejahteraan tidak bisa hanya bermodal nama yang menarik atau akronim yang ‘catchy’. Tanpa integrasi sistem perbankan dan basis data yang valid, kartu BERBENAH berisiko menjadi produk gagal yang hanya membuang-buang ekspektasi masyarakat,” ujar salah satu ahli kebijakan daerah.

Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret, kartu BERBENAH dikhawatirkan akan tercatat dalam sejarah sebagai strategi kampanye semata, alih-alih transformasi sosial yang di janjikan.

Program Kartu Tanjungpinang Berbenah ini merupakan salah satu program unggulan Lis Raja yang memiliki 5 manfaat besar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan jawaban atas segala keinginan masyarakat Tanjungpinang selama ini. (sp)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button