Pedagang Pasar Tani Hang Lekir kecewa karena Mau Di Gusur Pemko Tanjung Pinang

erdepe.com — para pedagang dan petani yang biasa jualan di Pasar Tani jln Hang Lekir hari ini bener-bener kecewa, mengenai kabar kalo Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mau nutup pasar itu dan gusur semua yang jualan disitu dalam waktu deket.
Para petani dan pedagang mem protes keras mereka ke pihak Pemko. Masalahnya bukan cuma soal di gusur aja, tp yang bikin mereka makin kecewa karena tak ada dikasih tempat pindah atau relokasi yang jelas buat mereka jualan lagi nantinya.
“Kami ini cari makan disini mas, kok tiba-tiba mau di pindahkan aja. Udah gitu tak ada tempat penggantinya lagi, trus kami mau lari kemana?” kata salah satu pedagang sayur yang ngga mau disebut namanya.
, para pedagang ngerasa diperlakukan ngga adil. Mereka bilang harusnya Pemko nyediain dulu tempat yang layak sebelum main tutup-tutup aja. Apalagi banyak petani yang gantungin hidupnya dari hasil panen yang dijual langsung di pasar tani itu.

Saat Memperingati Hari Tani Nasional 2020, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Gerai Pangan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, di Jalan Hang Lekir Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Sabtu (26/9/2020).
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, di tengah pandemi virus corona, hampir seluruh profesi macet. Tetapi, sektor pertanian tidak boleh terhenti karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar manusia sehari-hari.
Syahrul mengatakan, pertanian itu bisa dilakukan di perkarangan rumah sendiri, misalnya menanam sayuran, bawang, atau timun. Hasilnya, bisa dipetik dalam masa 20 hari, satu dan dua bulan. “Asalkan diurus, ada air, ada keringat, pasti menghasilkan bagi kehidupan,” ucap dia.
Apalagi, Mentan melihat, Tanjungpinang masih banyak tanah kosong yang bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, sektor pertanian menjadi bisnis yang tetap berjalan, bahkan, ada yang tetap ekspor.
“Sektor pertanian mempunyai peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nilai ekspor pertanian sepanjang Januari sampai dengan Juni mencapai Rp252 triliun,” ungkap dia.
Dalam sambutannya, Syahrul mengungkapkan, pihaknya bahagia melihat gerai pangan di Kota Tanjungpinang. Ia berharap, gerai ini bisa tembus hingga pasar Singapura dan Malaysia. Pihaknya, akan terus mendukung perkembangan sektor pertanian di kota Tanjungpinang.
Mendukung hal tersebut, Syahrul meminta wali kota, sekda, dan kepala dinas terkait untuk membuat perencanaan yang bagus dalam pengembangan sektor pertanian maupun peternakan di kota Tanjungpinang. (sp)



