KepriPemerintahan&Politik

Harga Sayuran dan Harga Ayam Makin Tinggi Di Pasar Bincen Pemerintah Di Anggap Tidak Peduli Rakyat

erdepe.com – harga-harga kebutuhan pokok di pasar Bintan center (bincen) makin hari semakin tinggi dan tidak di kontrol dengan baik oleh pemerintah. Malahan harga sayuran kenaikan harganya sudah dua kali lipat dari biasanya.

Suciwati salah satu pembeli di pasar bincen mengatakan dirinya kaget dengan harga harga kebutuhan pokok di pasar bincen yang sangat tinggi. Seperti halnya harga ayam yang biasanya normalnya perkilo rp37 ribu sekarang ini sudah rp45 ribu perkilogram.

“Cabe merah segar 64.000 per kg, Cabe rawit 44.000 per kg, bawang putih 40.000 per kg, bawang merah jawa 42.000 per kg, tomat 20.000 per kg, wortel 16.000 per kg bawang Bombay 24.000 per kilogram.

Lalu harga mentimun 16.000 per kg, sawi manis 28.000 per kg, dan malah sayur toge 12.000 per kg dari yang biasanya 6.000 per kg”, katanya.

Ibu Suciwati mengatakan harga-harga ini sudah tidak normal lagi. Banyak kebutuhan pokok yang sudah melambung tinggi. Lantas apa kerja pemerintah daerah yaitu pemko Tanjung pinang di saat harga harga sudah sangat tinggi seperti ini.

“Jangan cuma proyek proyek saja yang di utamakan untuk di kerjakan, harga harga kebutuhan pokok kami sebagai masyarakat ini juga harus di pantau dan diturunkan”, katanya.

Wartawan media ini juga mewawancarai pembeli di pasar Bincen lainnya bernama Fahmi warga Batu 9 yang sedang membeli ayam segar di pasar bincen, Selasa (14/5)

“Saya kaget, tadi harga ayam sudah rp44 ribu perkilo. Kan dah tak becus, saya nilai ini akibat pedagang tak ada dipantau oleh Disperindag, sehingga penjual semena-mena menaikan harga”, katanya.

Fahmi mengatakan kenaikan harga daging ayam ini ini karena tak ada solusi Pemko Tanjung Pinang melalui dinas terkait. Padahal ayam ini sudah sering mengalami kenaikan. saya nilai tak ada pernah solusi. Karena kalau saya baca di media. solusinya hanya panggil distributor ayam. tapi hanya sekedar panggil namun tak ada kasi solusi semisal bantuan biaya pakan atau lainnya.

Fahmi berharap kepada Pejabat tinggi pemko tanjung pinang atau pun dewan selaku komisi bisa memanggil Kadis itu untuk dilakukan rapat dengar pendapat.Dewan seharusnya harus peka dengan keluhan masyarakat ini.

“Karena sudah sering disorot warga seharusnya dewan DPRD bertindak”, katanya. (sp)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button