KepriPemerintahan&Politik

Proyek Taman Pamedan Mubazir, Pemkot Tanjung pinang Dituding Tak Peka Krisis Ekonomi Warga

erdepe.com : Rencana Pemerintah Kota Tanjungpinang mengalihfungsikan Lapangan Pamedan Ahmad Yani menjadi Taman Lansia dan Anak pada tahun 2026 menuai kritik tajam.

Proyek yang diklaim sebagai pemenuhan hak lansia ini dinilai sebagai proyek “mercusuar” yang tidak menyentuh akar persoalan ekonomi yang sedang menjerat warga.

Kritik keras datang dari warga Tanjungpinang, Joni, yang menilai kebijakan Wali Kota Lis Darmansyah ini salah sasaran. Karena pembangunan fisik tersebut lebih menguntungkan pihak kontraktor dibanding memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat yang sedang kesulitan mencari penghidupan layak.

“Pemerintah tidak fokus pada program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat saat ini. Kami butuh lapangan kerja dan kemudahan mencari nafkah, bukan sekadar taman. Ini hanya menguntungkan kontraktor, sementara rakyat tetap susah,” tegas Joni kepada media.

Meskipun Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tanjungpinang, Teguh Susanto, berdalih bahwa proyek ini demi kesehatan mental dan fisik lansia, kebijakan ini justru akan membongkar fasilitas publik yang sudah ada.

Rencana pembongkaran panggung hiburan, lapangan basket, hingga penggantian paving block dengan rumput dianggap sebagai pemborosan anggaran untuk menghancurkan fasilitas yang masih berfungsi. Selama ini, Pamedan merupakan pusat kegiatan ekonomi kreatif dan kemasyarakatan yang hidup di tengah kota.

Pemerintah mengklaim bahwa Tanjungpinang belum memiliki tempat khusus lansia. Namun, keputusan untuk membangun fasilitas baru dengan cara menggusur fungsi lama Pamedan—lalu menjanjikan pemindahan pusat kegiatan ke Tanjungpinang Timur—dianggap sebagai langkah birokrasi yang berbelit dan tidak efisien.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, desakan agar Pemkot Tanjungpinang melakukan realokasi anggaran untuk program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan semakin menguat. Warga menuntut pemerintah lebih mengutamakan isi piring rakyat daripada sekadar estetika taman yang belum tentu berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas. (sp)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button